MISI

Meningkatkan peran IBI dalam membina dan menjaga profesionalitas Praktik Mandiri Bidan(PMB).
Mewujudkan rasa aman, nyaman dan kepuasan bagi PMB dan pengguna jasa.
Mewujudkan PMB yang handal, kompeten dan profesional dalam pelayanannya melalui standarisasi dan kegiatan monev yang berkesinambungan
... selengkapnya

Semangat Bidan Delima dari Timur

02 Februari 2012
Diposting oleh : adminpusat
Dibaca: 12701 kali


Bidan Praktek Swasta (BPS) kepunyaan Bidan Nurhaeni yang di rekomendasikan untuk di kunjungi pada kegiatan Monitoring dan Evaluasi oleh UP BD Pusat. kegiatan ini berlangsung selang dua hari sebelum roadshow monev UP BD Pusat ke Propinsi Sulawesi Selatan yang merupakan propinsi ke-8 di sambangi oleh Quality assurance bersama tim tehnis PP IBI. Hal ini merupakan terobosan setelah meniru upaya kesuksesan UP BD Propinsi Jawa Timur pada tahun 2010 melakukan roadshow monev ke 38 (tiga puluh delapan) PC IBI se- Jawa Timur. Dengan dukungan penuh dari PP IBI akhirnya roadshow monev UP BD Pusat dan PP IBI di selenggarakan kepada 15 propinsi cakupan wilayah program Bidan Delima. Kembali kepada kegiatan roadshow kami, biasanya dikarenakan berbagai keterbatasan kami melakukan random untuk dilakukan monev hanya kepada 2 (dua) BPS di kota-kota tertentu. kali ini tim kami berhasil menembus 373 KM dari Kota Makassar menuju Enrekang Propinsi Sulawesi Selatan adalah Kabupaten Enrekang. Secara geografis, tidak ada kesulitan tim kami menyusuri jalan dini hari pukul 01.30 WITA menuju enrekang, tepat pukul 09.30 WITA kami tiba di Kabupaten Enrekang, bergegas kami menuju Kantor PC IBI Kabupaten Enrekang yang berlokasi di Dinas Kesehatan Kabupaten Enrekang. adalah Bidan Yuyu sapaan akrab beliau yang menerima kedatangan kami. tak hanya beliau, kami pun di sambut oleh Bidan jumi selaku dewan penasehat PC IBI Kabupaten Enrekang yang ternyata beliau juga Bidan Delima dan beliau juga ibu wakil bupati, Waw, surprise !! Percakapan hangat sekali, dari kedua wanita hebat tersebut kami mendapatkan informasi bahwa Bidan Delima di Kabupaten Enrekang yang sejak tahun 2005 bergabung terakhir berkumpul pada tahun 2010. pada saat kumpul tersebut ternyata anggota masih rutin membayar iuran bidan delima dan tentu saja informasi ini cukup menggelitik bagi kami di pusat. Di tengah pemberitaan Program Bidan Delima dengan sulitnya iuran, keengganan anggota untuk membayarkan iuran dikarenakan “doesn’t take n give” antara BPS dan Pemilik program namun, Kabupaten Enrekang yang berada di timur Indonesia masih rutin membayar, termasuk iuran tahun 2011 yang sudah terkumpul juga. Kedatangan kami, untuk mengapresiasi apa yang dilakukan oleh Bidan Delima dan PC IBI Kabupaten Enrekang. sekaligus bertukar pikiran mengenai kegiatan pelayanan Bidan Praktek Swasta di Kabupaten Enrekang. “Terdapat Puskesmas yang telah di ISO, sehingga pelayanan persalinan semua pindah ke puskesmas dan Rumah Sakit” ujar Bidan Jumi, selain itu “pemberlakuan jampersal dan jamkesda sejak tahun 2010 membuat BPS kami mengalami penurunan pertolongan persalinan” di tegaskan oleh Bidan yuyu. Kesempatan monev tiba, kami diantar menuju BPS Kepunyaan Bidan Nurhaeni, sesampai di tempatnya kami terpukau, kami menanyakan apa yang di rasakan oleh Bidan Nurhaeni, belum-belum sudah menyampaikan bahwa persalinan yang biasanya dilayani dalam satu bulan mencapai 15 persalinan sekarang tidak ada sama sekali, seraya menunjukkan buku register yang tercatat klien persalinan terakhir pada bulan Desember tahun 2009 sebanyak 1 (satu) orang. Namun, melihat laporan kegiatan KB di BPS, masih ada pelayanan terakhir pada tanggal 2 oktober tahun 2011 tapi hanya itu saja, sehingga tempat tidur yang semula ada 3 (tiga) buah kini tinggal 1 (Satu) buah dan tampak seperti ruangan baru di tata karena sebelum kedatangan kami Klinik tersebut Nampak tidak aktif. Suami bidan yang kami temui di pelatan klinik pun menambahkan “bantu kami, apa lagi yang bisa kami perbuat, sudah tidak ada pasien yang bersalin di klinik” ujarnya. sejujurnya ada perasaan berkecambuk akan hal ini. Dalam senyumnya Bidan Yuyu menyampaikan keinginannya kepada kami untuk dibantu supaya anggota nya di refreshing kembali mengenai program Bidan Delima, pelatihan-pelatihan klinis yang ringan untuk menambah skill anggota. Hingga, kami sampaikan terima kasih untuk tetap menjaga pelayanan berkualitas, bahwa Bidan Delima milik semua, kepada PC IBI Kabupaten Enrekang mohon agar difasilitasi MOU dengan Kepala Dinas Kabupaten, bahwa Klinik BPS pun dapat bekerja sama dengan program JAMPERSAL, sekaligus mengadvokasi kepada Bupati, untuk menyampaikan keluhan anggota di wilayah ibu. akhirnya, kami teriakkan dengan lantang terima kasih “nasu cemba dan dangke”nya, tetap semangat dan jalin komunikasi maksimal dengan PD IBI di Propinsi Sulawesi Selatan dan PP IBI. Bravo !! (rara dan ayu-red)

5 Komentar :



nadya

06 Februari 2012

jangan pernah redup semangat kita untuk memberikan pelayanan berkualitas. ewako
derri

06 Februari 2012

kapan di tempat kami di monev juga? kami dari aceh.
mutia

06 Februari 2012

sebetulnya pelayanan yang gratis itu apa saja bu bidan? boleh kami dapat informasinya, terima kasih
risna

16 Mei 2012

kiat2 apa saja yang bisa dilakukan agar pelayanan bidan berkualitas?
Emil

05 November 2012

wah Ra cerita bagusdi kampungnyaa! terharu mendengar perjuangan bidan-bidan dan pengelola Bidan Delima untuk menuju satu tujuan: Pelayanan Berkualitas! semangat terus!
Isi Komentar :

Nama :
Komentar :
   
    (Masukkan 6 kode diatas)